Raphael & Ezekiel

Posted on December 11, 2017        Written by Admin Sekolah

Tepat di hari Senin minggu kedua bulan Desember tahun 2015 lalu, pagi itu aku berjalan melangkah dengan begitu berat menuju stasiun kereta terdekat. Banyak hal yang melintas dalam pikiranku pagi itu, khususnya keadaan istriku. Ketika kereta itu datang mendekat tiba-tiba ia menelpon,”kita harus ke rumah sakit sekarang!” Seketika itu juga aku langsung berlari kembali pulang menemuinya di rumah. Hari itu mungkin adalah salah satu hari tergelap dalam kehidupan kami. Usianya baru 12 minggu dalam kandungan ibunya, namun Tuhan sudah memanggilnya lebih awal. Kami menamainya Shine. Biarlah ia bersinar terang di kejauhan sana seperti bintang-bintang di waktu malam untuk mengingatkan kami bahwa hidup itu begitu rapuh, sangat rapuh. Seringkali ketika berhadap-hadapan dengan situasi seperti sakit parah dan juga kematian, seketika itu juga runtuh semua rasa bangga akan apa yang kita miliki, apapun itu. Apapun yang pernah kita capai atau miliki tidak akan pernah bisa menggantikannya. Oleh karena itu, aku memang tidak pernah mempercayai/memegang suatu pencapaian dalam hidup, apapun bentuknya. Bahkan keselamatan yang aku imani, itupun juga pemberian dari Tuhan. Namun jika Tuhan sudah berjanji, Ia juga yang akan menggenapi. Dua tahun berlalu, hadirlah anak ini, Ezekiel namanya. Dukacita berganti sukacita.

Raphael dan Ezekiel adalah dua nama yang akan selalu menjadi pengingat bagaimana Tuhan menyertai kami sampai hari ini dan terus membentuk kehidupan kami sebagai anak-anakNya. Ibu mereka adalah seorang pendoa yang sangat kuat. Sewaktu si sulung Raphael masih ada dalam kandungan. Ibunya berdoa agar anak ini menjadi kesukaan buat Tuhan dan orang-orang yang berjumpa dengannya. Raphael lahir ketika kami berada dalam masa yang sulit dan kami percaya bahwa Tuhanlah yang telah menyembuhkan keadaan kami. Kehadiran Raphael begitu menghibur. Ketika Ezekiel dalam kandungan, Ibunya pun berdoa dengan tulus, meminta petunjuk dari Tuhan seperti apa anak ini kelak ketika besar. Dan dalam doanya itu, pesan yang ia terima adalah anak ini akan menguatkan, oleh karena itu dipilihlah nama Ezekiel yang artinya Tuhan menguatkan. Ezekiel lahir pada saat kami sedang membangun kehidupan rumah tangga dan kami percaya Tuhanlah juga yang akan menguatkan. Jika mereka sudah beranjak besar nanti, aku akan selalu menceritakan pada mereka tentang bagaimana mereka dilahirkan. Aku akan bercerita bahwa pada saat itu aku berada di ruang operasi bersama Ibu mereka dan menyaksikan bagaimana ia melahirkan kedua anak ini. Supaya mereka mengingat bahwa melalui rahim Ibu mereka itulah Tuhan menghembuskan nafas kehidupan pada mereka dan juga supaya mereka hormat dan menyayanginya sampai akhir hayat.

Raphael & Ezekiel, namamu berarti Tuhan menyembuhkan dan Tuhan menguatkan.

(gambar: Raphael pada saat bertemu pertama kali dengan Ezekiel setelah lahir)


Silakan tulis komentar Anda di sini

Email Anda tidak akan dicantumkan dalam komentar