Blog

Kita bermimpi dan berupaya mewujudkannya namun tidak semua menjadi kenyataan.. Dua tahun lalu, di pertengahan 2015, saat hendak memulai program pascasarjana di Sydney Uni, beberapa teman di Melbourne sempat bertanya sambil bercanda saat berjumpa denganku. Tanya mereka, “Bukannya elo udah ada phd ya sebelomnya? Ngapain ambil phd lagi? hobby ya?” dan aku selalu menjawab dengan

Then he prayed,” O Lord, God of my master Abraham, give me success today..” Genesis 24:12 Proses mendapatkan pekerjaan di Monash itu aku sebut sebagai Qarah. Sebelumnya, aku ingin jelaskan tentang apa Qarah itu. Aku mendengar kata Qarah ini dari seorang pendeta. Ia menceritakan kembali kisah Abraham di kitab Kejadian 24, dikisahkan ia meminta hambanya

In the sea I like to discover new sea creatures and sometimes my dad jump into the water. Then I go fishing with my mum sometimes.. Baru-baru ini aku membaca cerita tentang seorang anak SD bernama Josep Sebastian Zebua yang mengalami tindakan bully dari teman-temannya oleh karena penampilan fisiknya yang sipit, berkulit terang yang menandakan

Praise the Lord, my soul, and forget not all his benefits : Who forgives all your sins and heals all your diseases (Psalm 103: 2,3) Menurut Albert Einstein, waktu adalah sebuah ilusi. Aku sebenarnya tidak terlalu paham dengan apa yang ia maksudkan ini. Tapi mungkin ia ingin mengatakan bahwa dalam dunia ini, hanya waktu yang

Cerita tentang bakcang ini sebenarnya sudah ingin aku tulis sejak ada pidato kontroversial dari seorang yang namanya jangan disebut yang menyinggung banyak orang dengan kata yang sangat sensitif. Sebenarnya di dalam bakcang ada suatu nilai sejarah dan filosofis yang tinggi dimana kamu bisa mencari asal usulnya dari internet. Anyway, kamu tentu tahu makanan yang bernama

(disclaimer: tulisan ini dibuat khusus untuk para pria karena di dalamnya terdapat sebuah rahasia terbesar alam semesta, apakah itu? Memahami bahasa seorang wanita, namun belum tentu berlaku secara umum) Tumpukan panci, piring, gelas, sendok dan garpu kotor itu memenuhi wastafel. Dalam hati, aku melihat mereka seolah ingin berkata,”elo lagi elo lagi, sana mandi sendiri-sendiri!” Tiba-tiba

Ibu muda itu berjalan menelusuri pantai bersama bayinya yang ia gendong yang seolah mengajak ibunya berbicara betapa ia merasa nyaman dalam dekapan sang ibunda. Perjalanan ibu tadi meninggalkan sepasang jejak kaki di pantai berpasir yang mengingatkanku pada sebuah tulisan tentang jejak kaki yang terkenal itu, dimana suatu ketika seorang sedang berjalan bersama Sang Pencipta di

Di Jepang, ada sebuah seni bernama Kintsugi, yakni memperbaiki barang pecah belah yang sudah pecah dengan menghubungkan kembali pecahan-pecahan barang tersebut menggunakan perekat yang dicampur dengan bubuk emas atau perak. Filosofinya adalah dapat melihat kembali keindahan dari barang-barang tersebut meskipun pernah pecah dan bisa lebih menghargainya. Salah satu hadiah terindah dalam kehidupan sebagai orangtua adalah

Sore itu istriku meminta tolong padaku untuk menjemput Raphael di after school program. Sesampainya di tempat itu, aku melihat Raphael sedang bermain dengan beberapa temannya. Dari jarak yang cukup dekat aku berdiri dan berkata,”okay, in 5 minutes ya”. Beberapa menit berlalu, tiba-tiba aku mendengar suara Raphael mengatakan, what the..memang dia belum sampai mengucapkan kata terakhirnya.

Tadi malam aku menonton film Fast & Furious yang ke-7 di TV lokal di sini karena kebetulan film itu belum pernah kutonton. Melihat jagoan-jagoan di dalamnya ketika menghadapi berbagai aksi berbahaya membuatku berpikir betapa kuatnya orang-orang ini, mereka seperti Gatotkaca, otot kawat tulang besi. Akhirnya aku matikan TV dan kutinggal tidur karena bosan. Sejak kecil

Melihatnya dengan perut yang membesar karena sedang mengandung membuat mataku terbuka bahwa keajaiban itu ada begitu dekat denganku. Gerakannya sore itu memotong sayur di dapur begitu sederhana, bunyi ketukan antara pisau memotong wortel dengan telenan itu membuat irama yang tenang seperti menghentikan waktu. Wajahnya sudah tidak lagi semuda seperti saat aku dahulu menikahinya. Beberapa kerutan

Kereta tua itu berjalan menembus dinginnya udara Sydney sore itu dengan sesekali membunyikan peluit panjang dan mengeluarkan asap putih yang tebal. Aku dan Raphael duduk di dalamnya seperti berada di dalam mesin waktu. Setelah beberapa saat, wajahnya tidaklah sesemangat seperti saat pertama memasuki kereta ini. “Very slow”, katanya. Aku yang mendengarnya hanya tersenyum. Dalam hati

Dad, do you see my insect book? the one that has a picture of cicada in it. Lalu aku menjawab, “kamu udah cari di library kamu belom, yang di bawah?”. “O yes, I find it, thanks, I want to show a picture of cicada to Nathan”. Jadi, Raphael itu punya sebuah rak buku yang berisi

Beberapa hari lalu aku dikejutkan dengan sebuah berita seorang ibu (usia 25) dengan tega membunuh anaknya (usia 5) dikarenakan anaknya yang sering ngompol. Tentu kasus ini bukan kasus pertama semacam itu. Wahai Ibu, aku tidak pernah bisa mengerti bagaimana hal ini dapat terjadi padamu kecuali engkau memiliki suatu masalah kejiwaan yang sangat serius dalam dirimu.

I am writing this one in English because this blog is based on a letter written by Virginia, one of my good friends in the First Presbyterian Church at Tallahassee, Florida, back when I did my PhD in Physics there. I kindly requested Virginia to write the recipe for life before I went back to

“De, nanti jangan lupa pulang tolong beli martabak manis isi keju” begitu isi pesan singkat dari Lime di HPku. “Wah masih ngidam di minggu yang ke-38” pikirku, “sure, why not”. Siang itu aku meluncur dari stasiun Central menuju ke martabak Roseberry di daerah Anzac Parade menggunakan bus bernomer 393. Menggunakan transportasi umum di kota Sydney

(Tulisan ini agak bernuansa gimana gitu..kalau bisa jangan baca di tempat yang gelap, kaga keliatan) Waktu kami masih di Melbourne, ada suatu saat dimana kami mencari sebuah rumah untuk disewa. Saat itu Raphael berusia setahun dan sudah merangkak kemana-mana dan rumah pertama yang kami tempati di daerah Springvale berukuran relatif kecil sehingga membuat ruang geraknya

Pernah suatu ketika seorang kawan bercerita padaku. Dulunya ia adalah seorang perokok berat, sangat berat. Setiap hari, paling tidak dua bungkus rokok katanya. Namun ia akhirnya bisa berhenti dari kebiasaan merokoknya bahkan ia kini membenci rokok. Bagaimana itu bisa terjadi? Tanyaku. Ia berkata bahwa suatu ketika anaknya yang masih kecil menghampirinya dan berkata, “Pa, udah

Tepat di hari Senin minggu kedua bulan Desember tahun 2015 lalu, pagi itu aku berjalan melangkah dengan begitu berat menuju stasiun kereta terdekat. Banyak hal yang melintas dalam pikiranku pagi itu, khususnya keadaan istriku. Ketika kereta itu datang mendekat tiba-tiba ia menelpon,”kita harus ke rumah sakit sekarang!” Seketika itu juga aku langsung berlari kembali pulang